Mekar Redaksi Club | SMK N 2 Pekalongan
Media Kreativitas Pelajar

Kreasi Pake Koran Yughz!!!

Kamis, Desember 11, 2008
Punya banyak tumpukan koran gak kepake di humz yagh???dr pada dijual harganya ga sberapa coba di daur uLang lgi degh,ngehemat kantong juga khan....^-^
coba'in yukz!!!

Tahapan - Tahapan
cari bahan2 nya yagh....
  • Kertas koran
  • Lem kayu warna putih(PVC)
  • Pewarna tekstil warna pekat
  • Blender
  • Ember perendam
  • Ember dengan lubang besar
  • Frame saringan dan pengering (lebih baik dengan frame buwat sablon ato kLo masih mau coba-coba pakai saringan santan dLuw ato di 'tampi' yang terbuat dari anyaman bambu)

Lets go to make!!
  1. Gunting kecil-kecil kertas koran
  2. Rendam guntingan kertas tadi dalam ember paling gak 1 mpe 2 malam
  3. Low udah direndam, kertas diblender mpe halus
  4. Hasil blenderan nya dikasih pewarna tekstil (wantex) atau pewarna makanan, bisa juga direbus terlebih dahulu agar warna tahan lebih lama.
  5. Klo dah dingin tyuz dicampur ama lem kayu (gak usah kebanyakan, cukup wuat pengikat serat kertas ajagh)
  6. Campurkan adonan kertas itu ama air 1:10 didalam ember yang berlubang besar (muat dengan saringan) ato Lw pengen lebih tipis, air bisa ditambah
  7. Masukin saringan ke dalam ember sampai bubur kertas rata menempel di saringan
  8. Angkat dengan hati-hati tyuz saringan yang ada bubur kertasnya ditempelin diframe pengering dengan hati-hati (bubur kertas ada di tengah)
  9. Tekan hati-hati ampe mengering hingga kadar airnya berkurang (dapat menggunakan sandal bekas yg di iris diagonal)
  10. Lalu lepaskan lembaran bubur kertas secara hati-hati, kemudian jemur hingga kering atau bisa juga setelah setengah kering lalu di setrika
  11. Selanjutnya dapat diolah lagi menjadi box, tempat tisue, lapisan frame foto en yang laen nya..

Variasi
buat ngasih motif, kertas daur ulang bsa ditambahin ama bahan tambahan kayak daun, rumput, rempah, gliter, bunga kering dan sebagainya. yang dikasihin pas pemblenderan (sebentar agar potongan masih kasar), pencampuran dalam ember (potongan tetap besar tetapi tercampur gak beraturan) ato saat pengepresan (motif disusun agar lebih teratur)


Selain buat kertas daur ulang, bisa juga buwat patung kertas, topeng kertas, atau dibuat hiasan kulkas. prosesnya nyariz sama dengan membuat kertas daur ulang. cuman saat sudah diblender, adonan nya dimasukin kedalam cetakan (bisa untuk cetakan agar-agar atau coklat) dipres ampe kering. tyuz jemur, kLo dah kering tinggal diberi warna (bisa pake cat kayu) n for finish.. beri tempelan magnet di blakangnya!!
so easy khan???

moga-moga bermanfaat yah, kLo masih ribet juga jual aja degh tumpukan koran nya ke tukang loakan!! ato kirimin ke MRC ajah, dari pde mubadzir!! hehe...


Sumber : http://kreasitha.blogspot.com
Read On 0 komentar

Download Template Naruto

Jumat, November 21, 2008

Read On 0 komentar

Batik Pekalongan

Jumat, November 21, 2008
Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Jika dibanding dengan batik pesisir lainnya Batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan China dan Belanda. Motif Batik Pekalongan sangat bebas, dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dengan batik Solo atau Yogya, seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai hingga 8 warna yang berani, dan kombinasi yang dinamis. Motif yang paling populer di dan terkenal dari pekalongan adalah motif batik Jlamprang.


Batik Pekalongan banyak dipasarkan hingga ke daerah luar jawa, diantaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Minahasa, hingga Makassar. Biasanya pedagang batik di daerah ini memesan motif yang sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing.
Keistimewaan Batik Pekalongan adalah, para pembatiknya selalu mengikuti perkembangan jaman . Misalnya pada waktu penjajahan Jepang, maka lahir batik dengan nama’Batik Jawa Hokokai’,yaitu batik dengan motif dan warna yang mirip kimono Jepang. Pada umumnya batik jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore. Pada tahun enampuluhan juga diciptakan batik dengan nama tritura. Bahkan pada tahun 2005, sesaat setelah presiden SBY diangkat muncul batik dengan motif ‘SBY’ yaitu motif batik yang mirip dengan kain tenun ikat atau songket. Motif yang cukup populer akhir-akhir ini adalah motif Tsunami. Memang orang Pekalongan tidak pernah kehabisan ide untuk membuat kreasi motif batik.

Sumber : Ungkapan Spesial Batik, Its Mystery and Meaning
Read On 0 komentar

Berlangganan Tulisan Via Email

Masukkan Emailmu Untuk Berlangganan Tulisan Terbaru :

Informasi

Bagi teman - teman yang mau jadi penulis, kontributor atau agregator blog ini. Silakan hubungi administrator di email mekar_rc@yahoo.co.id
Semua tulisan yang diterima oleh administrator akan di-review terlebih dahulu sebelum di-publish di Blog Mekar Redaksi Club ini.

Arsip Mekar


Rubrik

Pembaca Setia

Link Exchange


Tulisan Terbaru

Blogroll dan Banner


Pengunjung yang Online

SEO Stats



Komentar Terbaru

Ungu Box But Grey Online