Web Indonesia
Rabu, Februari 25, 2009
Membangun Komunitas Link Web Indonesia
* FREE-7.NET - http://free-7.net
* Kolom Tutorial- http://kolom-tutorial.blogspot.com
* Blogingismylife - http://blogingismylife.blogspot.com/
* HERBIE - http://herbied3.blogspot.com/
* Informasi Komputer & Internet - http://www.t1to.com
* Berbagi Informasi Sepenuh Hati - http://digitalbaca.blogspot.com
* mAnGa MaNiAc N' nEt FrEaKeRs - http://agito-mangamaniac.blogspot.com/
* Mekar Redaksi Club | SMK N 2 Pekalongan - http://mekar-redaksi.blogspot.com/
Ada sebuah Filosofi politik yang mengatakan "Tidak ada teman dan tidak ada musuh yang abadi, yang ada adalah kepentingan bersama". Mungkin filosofi ini yang meng-ilhami perushaan IBM bekerja sama dengan komunitas open source untuk menghadapi dominasi Microsoft dalam Aplikasi Sever.
Ter-inspirasi dari filosofi itu dan dari membaca dan berusaha memahami masalah link building dari posting Darren Rowse di problogger.net-nya (12 Tools and Techniques for Building Relationships with Other Bloggers) juga dari membaca ebook link building secret yg saya temukan, maka saya mencoba menarik kesimpulan intinya dan mencoba membangun ide untuk mengajak para blogger Indonesia bersama-sama menciptakan suatu komunitas online bagi blogger indonesia, untuk saling mengenal dan membangun suatu kerjasama win and win bukan win and lose (menang dan menang bukan menang dan kalah) dalam hal traffic, untuk menghadapi apa? yah boleh kalau di bilang untuk menghadapi web-web full komersil yang memiliki budged cukup untuk membeli segala fasilitas mendatangkan traffic, atau paling tidak ini adalah suatu cara untuk berkenalan dan saling mengenal dengan para blogger Indonesia yang lain dan kelak bisa kita jadikan Katalog Pribadi Web/Blog Indonesia.
Yap, ini bicara promosi blog, yang saya rasa lebih efektif di banding sekedar bertukar link lalu memasangnya di sidebar sebagai blogroll, karena umumnya pengunjung blog kita tidak melirik sama sekali link-link dalam blogroll kita.
Oke, yang saya maksud di sini adalah menyebarkan posting saya ini secara berantai, karena posting utama akan paling menjadi perhatian pengunjung blog kita. Yap ini ajakan suka-rela, silahkan yang tertarik, dan yang tidak abaikan saja, bagi rekan-rekan senior yang trafficnya sudah tinggi juga silahkan jika ingin berbagi bersama, di bawah ini langkahnya:
1. Buat sebuah posting dengan judul Web Indonesia.
2. Copy-paste seluruh isi posting ini untuk isi posting anda.
3. Pada bagian atas kumpulan kode dalam teks area di atas, masukan url-judul web anda di bawah url-judul web saya dan menambahkan nomor urut setelah web saya, jadi angka nomor urut anda adalah setelah no urut web saya... dan seterusnya secara berantai.
4. Setelah itu abadikan link url posting misalnya di letakan di sidebar, supaya kelak gampang di cari.
Salah satu tujuan utama saya adalah dalam rangka menyebarkan budaya ngeblog, saling mengenal dan membantu traffic bagi rekan2 pemula. Anda tidak akan saya curangi untuk memasang anchor text atau link web saya atau web lain-nya, tak ada satu link pun yang menuju alamat web atau blog saya atau lain-nya, tapi hanya sekedar alamat dalam bentuk teks untuk saling mengenal, juga logo web indonesia di atas cuma sekedar logo bersama, tak ada link atau keyword yang saya sisipkan. Dan jika masih ada pemikiran di akali karena web saya ada di urutan atas dari link anda, maka abaikan tulisan ini.
Jika berjalan lancar, saya rasa cara promosi ini tidak kalah efektif di banding berburu link dan mencari RSS submissions sebanyak banyaknya dengan melelahkan, bahkan RSS atau tukar link banyak kemungkinan link anda akan terhapus karena banyak sebab, tapi posting secara umum akan tetap ada sampai kapanpun, dan ini bisa menjadi acuan untuk pelacakan hubungan link secara berantai melalui dari mana anda mendapatkan posting ini.
Hasil dari copy-paste dan penyebaran posting ini seterusnya adalah persis seperti isi posting ini dengan daftar link di bawah logo Web Indonesia yang semakin bertambah.
The Real Eyeshield 21
Sabtu, Februari 21, 2009
Eyeshield 21, apakah kau tau siapa sebenarnya eyeshield 21?Sena Kobayakawa kah, ya memang Sena adalah Eyeshield 21
tapi sebenarnya ada Eyeshield 21 yang asli, siapakah dia akan saya ulas sedikit disini.
Eyeshield 21 yang asli adalah salah satu pemain American Football di team amerika “Notre Dame” dia juga orang jepang, dan yang pernah bertemu dia dalam pertandingan langsung adalah “Kakei” dari team “Poseidon”.
Saat Kakei bertanding melawan eyeshield 21 yang asli kakei mengalami kekalahan, tetapi eyeshield 21 yang asli memujinya dan berjanji akan bertanding kembali dengannya, tapi pada saat kakei sudah siap bertanding kembali melawan eyeshield 21 yang asli tiba-tiba dia hilang tanpa kabar. Kakei pun mencarinya disekolah notre dame akan tetapi disekolah tersebut dia tidak menemukan eyeshield 21 yang asli, sampai dia mengetahui bahwa eyeshield 21 kembali ke jepang. Kakei pun memutuskan untuk kembali ke jepang tapi dia tetap belum menemukan Eyeshield 21 yang asli. Sampai saat tibanya tournament ini dia bertemu dengan sena yang disebut-sebut eyeshield 21 dia pun marah karna kakei tahu siapa eyeshield 21 yang sebenarnya.
Saat team Deimon dan team Spider bertemu dalam pertandingan merebutkan juara 3, dalam tournament tersebut akhirnya sena bertemu dengan eyeshield 21 yang asli, dia adalah he he he aku lupa namanya, tapi yang jelas dia dari team spider dengan sebutan “the red-eye ace”.Bagaimana kisah selanjutnya dan siapakah yang akan menjadi Eyeshield 21, nantikan postingan selanjutnya
(low ada...... he hehehe ehhe:D)
Nah sekarang lanjutannya,
Ternyata kesimpulan q yang pertama salah (maklum orbias). Eyeshield 21 yang sebenarnya adalah "Yamato Takeru" Running Back dari team Teikoku ???....!!!!! opo ow(penyakit lama kumat), dah itu pokoknya,

Setelah melawan team Dinosaurus dan menang Sena diberitahu oleh Quarter Back team Dinosaurus yaitu "Marco". Dan akhirnya Team Demon Devil Bat memenangkan Kantou Tournament dan berhasil maju ke pertandingan "Christmast Bowl".
Yaa HHaaaaaaaaaaa...............
Bagaimana Selanjutnya, Heee heeeee. biar q baca lanjutannya dulu.
Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakaratul Maut
Kamis, Februari 19, 2009Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kalaitu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya didunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
" Bolehkah saya masuk ? " tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu."Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" Dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
NB : From Abu Farhan
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kalaitu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya didunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
" Bolehkah saya masuk ? " tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu."Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" Dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
NB : From Abu Farhan
1 Waktu Sholat = Siksaan 80.000 Tahun di Neraka
Kamis, Februari 19, 2009Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di hospital. Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening. Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah.
Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa. Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam. Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya; Apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya. Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi? Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.
"Ustadz," kata wanita itu. "Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya," kata wanita berkenaan dengan lembut. Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya. "Betulkah ini mayat anak mak cik?" tanya saya. "Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih." "Mak cik lihatlah betul-betul." kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan, wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya.
Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat. Tiba di luar saya bertanya kepadanya. "Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya. Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Jika mak cik tidak mahu beritahu, saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. " kata saya untuk menggertaknya.
Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengesat airmata, dia berkata, "Ustadz, anak saya ni memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja, dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatah pun. Dia memang anak yang baik. Tapi..." tambah wanita itu lagi "Apabila mak Cik kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak Cik. Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang, anak mak cik ini akan terus naik angin. Itulah yang mak Cik kesalkan." kata wanita tersebut. Jawabannya itu memeranjatkan saya. Teringat saya kepada hadist nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Selepas menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya. Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula. Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.
Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah, saya hubungi saudara Yarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Selepas memperkenalkan diri, saya berkata, "Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."
Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, "Orang tua mana pula?" katanya. Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya, wajahnya, pertuturannya serta pakaiannya. "Kalau wanita itu yang ustadz katakan, perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah meninggal lima tahun lalu!" Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.
Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu? Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya. Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadist nabi, yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun di neraka?
Anda percaya atau tidak ?
1 waktu shalat ditinggalkan = 80.000 tahun siksaan di neraka ingat :
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia. maka :
80.000 tahun x 365 x 1000
Masya Allah betapa lamanya seksaan yang akan kita terima di neraka nanti apabila tidak melaksanakan shalat hanya 1 waktu, bagaimana apabila tidak melaksanakan shalat selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan & 1 tahun,dst...
1 hari = 5(waktu) x 80.000 tahun x 365 x 1000
1 minggu = 5 x 7 x 80.000 tahun x 365 x 1000
1 bulan = 5 x 7 x 4 x 80.000 tahun x 365 x 1000
1 tahun = 5 x 7 x 4 x 12 x 80.000 tahun x 365 x 1000
berapa umur kita sekarang 20,30,40,dst ... ???
sudahkah kita melaksanakan shalat selama ini ... ???
apakah kita merasa takut ketika tidak melaksanakan shalat ...???
Ingatlah kematian menunggu kita didepan mata. Makin bertambah umur kita makin dekat pula dengan kematian. Entah kapan datangnya kita mesti siap menghadapinya dan siap mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan di dunia.
Wassalamu'alaikum.wr.wb
NB : From Abu Farhan
Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di hospital. Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening. Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah.
Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa. Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam. Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya; Apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam? Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya. Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi? Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.
"Ustadz," kata wanita itu. "Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya," kata wanita berkenaan dengan lembut. Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya. "Betulkah ini mayat anak mak cik?" tanya saya. "Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih." "Mak cik lihatlah betul-betul." kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan, wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya.
Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat. Tiba di luar saya bertanya kepadanya. "Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya. Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Jika mak cik tidak mahu beritahu, saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. " kata saya untuk menggertaknya.
Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengesat airmata, dia berkata, "Ustadz, anak saya ni memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja, dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatah pun. Dia memang anak yang baik. Tapi..." tambah wanita itu lagi "Apabila mak Cik kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak Cik. Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang, anak mak cik ini akan terus naik angin. Itulah yang mak Cik kesalkan." kata wanita tersebut. Jawabannya itu memeranjatkan saya. Teringat saya kepada hadist nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Selepas menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya. Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula. Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.
Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah, saya hubungi saudara Yarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Selepas memperkenalkan diri, saya berkata, "Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."
Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, "Orang tua mana pula?" katanya. Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya, wajahnya, pertuturannya serta pakaiannya. "Kalau wanita itu yang ustadz katakan, perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah meninggal lima tahun lalu!" Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.
Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu? Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya. Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadist nabi, yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun di neraka?
Anda percaya atau tidak ?
1 waktu shalat ditinggalkan = 80.000 tahun siksaan di neraka ingat :
1 hari di akhirat = 1000 tahun di dunia. maka :
80.000 tahun x 365 x 1000
Masya Allah betapa lamanya seksaan yang akan kita terima di neraka nanti apabila tidak melaksanakan shalat hanya 1 waktu, bagaimana apabila tidak melaksanakan shalat selama 1 hari, 1 minggu, 1 bulan & 1 tahun,dst...
1 hari = 5(waktu) x 80.000 tahun x 365 x 1000
1 minggu = 5 x 7 x 80.000 tahun x 365 x 1000
1 bulan = 5 x 7 x 4 x 80.000 tahun x 365 x 1000
1 tahun = 5 x 7 x 4 x 12 x 80.000 tahun x 365 x 1000
berapa umur kita sekarang 20,30,40,dst ... ???
sudahkah kita melaksanakan shalat selama ini ... ???
apakah kita merasa takut ketika tidak melaksanakan shalat ...???
Ingatlah kematian menunggu kita didepan mata. Makin bertambah umur kita makin dekat pula dengan kematian. Entah kapan datangnya kita mesti siap menghadapinya dan siap mempertanggungjawabkan semua yang kita lakukan di dunia.
Wassalamu'alaikum.wr.wb
NB : From Abu Farhan
L.O.V.E
Kamis, Februari 19, 2009Love is beautiful word
Make me fly on my dream
You come to me for ward
To say love from him
The word of it make me mad
Po point in my heart
Just your smile make me fine
Coz your heart to be mine
Oh God..?
Is this Love?
I can fly, I can hight, I can dream
Is he come to find me?
Coz love is tender me
NB : From ungu box
Make me fly on my dream
You come to me for ward
To say love from him
The word of it make me mad
Po point in my heart
Just your smile make me fine
Coz your heart to be mine
Oh God..?
Is this Love?
I can fly, I can hight, I can dream
Is he come to find me?
Coz love is tender me
NB : From ungu box
Valentine Day Sekadar Geliat Budaya
Jumat, Februari 13, 2009Oleh : Nirwanto Ki S. Hendrowinoto
Zaman begitu cepat berubah seiring dengan geliat kehidupan manusia. Coba saja lihat setiap tahun pada 14 Februari ada sebagian dari kita latah ikut-ikutan merayakan Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day. Namun, ada juga yang menolaknya dengan alasan itu diadopsi dari budaya 'asing' dan kurang pas jika dikembangbiakan di tanah air kita.
Valentine dianggap hari istimewa dan spesial. Di hari itu orang boleh mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Kapan dan siapa yang mempopulerkan kebiasaan ini di Indonesia ? Sepertinya pertanyaan ini tak perlu dijawab, sebab yang ikutan merayakan Cuma komunitas yang sangat sempit dan tidak berpengaruh pada perkembangan budaya bangsa. Karena itu, di kalangan kawula muda sendiri - Valentine eksistensinya sekadar hadir tanpa harus mengakar.
Banyak tingkah yang dilakukan sekelompok kecil untuk menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat seperti sang kekasih. Ada juga antar teman saling bertukar cindera mata atau membagi kado kasih sayang yang diekspresikan dengan bahasa cinta, melalui kartu ucapan atau lewat SMS di ponsel, atau merayakannya secara bersama-sama sambil menikmati makan kesukaan. Namun dalam konteks menjalin tali pergaulan sesama manusia, Valentine barangkali bisa diekspresikan sebagai wahana penyadaran diri akan pentingnya kasih sayang.
Motivasi semacam ini menjadi penting, apalagi disaat bangsa ini sedang dilanda perpecahan dan punya hobby baru bertarung dan saling gontok-gontokan. Nuansa saling serampang makin nampak setelah politisi membius rakyatnya untuk memilih wadah kecil-kecil dalam bentuk 240 partai yang sudah terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM.
Hari kasih sayang itu sebenarnya tidak harus spesial pada 14 Februari saja. Seyogianya kasih itu terus mengalir bagaikan Kasih Kristus yang tiada pandang bulu dan pandang waktu . KasihNya tiada henti walaupun orang kadang tidak menyadari bahwa pada setiap tarikan nafas, kasih itu mengalir sepanjang masa. Di masyarakat komunitas kasih harus diterjemahkan dalam kehidupan manusia yang memandang perlu hidup saling menghormati, saling mengasihi, dan saling berdampingan.
Pandangan Teologis
Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.
Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.
Geliat Budaya
Di tanah air, perayaan Valentine’s Day mengundang banyak keraguan di kalangan masyarakat. Keraguan itu dikarenakan Valentine datangnya dari negara asing. Sementara, perkembangan tehnologi melesat begitu jauh dan meluncur ke depan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.. Sedangkan batasan tembok transformasi budaya sangat tipis dan bahkan tidak lagi ada sekat-sekat pemisah.
Melalui saluran jarak jauh yang tidak lagi dihubungkan dengan kabel, membuat kehidupan manusia berubah sangat drastis. Dan kesadaran itu lahir, karena pada dasarnya manusia terus berkembang.. Melalui bahasa cinta, barangkali Valentine sebagai geliat budaya untuk membuka ajang perdamaian melalui ungkapan Kasih Sayang. Sebab bagaimanapun juga Valentine dalam perkembangannya dapat dijuluki sebagai Saint of Lovers.
Valentine’s Day, eksistensinya makin meluas. Bukan hanya melanda pada jiwa dan kebutuhan kawula muda, tetapi sudah merasuk pada sisi kehidupan secara massal. Terbukti, nilai kasih sayang itu tidak hanya tercipta dan untuk memperingati hari-hari istimewa saja. Melainkan, kasih sayang menjadi suatu dinamika dari kehidupan manusia yang sejak dulu hingga sekarang terus berkembang.
(Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan budaya).
Sumber : sinarharapan.co.id/
Zaman begitu cepat berubah seiring dengan geliat kehidupan manusia. Coba saja lihat setiap tahun pada 14 Februari ada sebagian dari kita latah ikut-ikutan merayakan Hari Kasih Sayang alias Valentine’s Day. Namun, ada juga yang menolaknya dengan alasan itu diadopsi dari budaya 'asing' dan kurang pas jika dikembangbiakan di tanah air kita.
Valentine dianggap hari istimewa dan spesial. Di hari itu orang boleh mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Kapan dan siapa yang mempopulerkan kebiasaan ini di Indonesia ? Sepertinya pertanyaan ini tak perlu dijawab, sebab yang ikutan merayakan Cuma komunitas yang sangat sempit dan tidak berpengaruh pada perkembangan budaya bangsa. Karena itu, di kalangan kawula muda sendiri - Valentine eksistensinya sekadar hadir tanpa harus mengakar.
Banyak tingkah yang dilakukan sekelompok kecil untuk menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat seperti sang kekasih. Ada juga antar teman saling bertukar cindera mata atau membagi kado kasih sayang yang diekspresikan dengan bahasa cinta, melalui kartu ucapan atau lewat SMS di ponsel, atau merayakannya secara bersama-sama sambil menikmati makan kesukaan. Namun dalam konteks menjalin tali pergaulan sesama manusia, Valentine barangkali bisa diekspresikan sebagai wahana penyadaran diri akan pentingnya kasih sayang.
Motivasi semacam ini menjadi penting, apalagi disaat bangsa ini sedang dilanda perpecahan dan punya hobby baru bertarung dan saling gontok-gontokan. Nuansa saling serampang makin nampak setelah politisi membius rakyatnya untuk memilih wadah kecil-kecil dalam bentuk 240 partai yang sudah terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM.
Hari kasih sayang itu sebenarnya tidak harus spesial pada 14 Februari saja. Seyogianya kasih itu terus mengalir bagaikan Kasih Kristus yang tiada pandang bulu dan pandang waktu . KasihNya tiada henti walaupun orang kadang tidak menyadari bahwa pada setiap tarikan nafas, kasih itu mengalir sepanjang masa. Di masyarakat komunitas kasih harus diterjemahkan dalam kehidupan manusia yang memandang perlu hidup saling menghormati, saling mengasihi, dan saling berdampingan.
Pandangan Teologis
Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Secara historis di Zaman Roma Kuno, hubungan antara pria dan wanita sangat dibatasi dan sulit untuk bertemu. Pada kesempatan acara festival itulah, kaum pria dan wanita memiliki peluang untuk bertemu dan saling mengenal satu dengan lainnya. Salah satu permainan yang menjadi idola yaitu memilih pasangan yang tidak diduga sebelumnya dengan cara diundi. Kalau kita bayangkan hampir sama dengan permainan petak umpet yang sulit kita duga sebelumnya. Tetapi itulah hal yang menarik, karena pasangan yang tak terduga dapat saja terjadi. Dari pasangan itulah, mereka berdua dapat mengekspresikan cinta sesaat dengan bahasa bunga.
Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.
Geliat Budaya
Di tanah air, perayaan Valentine’s Day mengundang banyak keraguan di kalangan masyarakat. Keraguan itu dikarenakan Valentine datangnya dari negara asing. Sementara, perkembangan tehnologi melesat begitu jauh dan meluncur ke depan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.. Sedangkan batasan tembok transformasi budaya sangat tipis dan bahkan tidak lagi ada sekat-sekat pemisah.
Melalui saluran jarak jauh yang tidak lagi dihubungkan dengan kabel, membuat kehidupan manusia berubah sangat drastis. Dan kesadaran itu lahir, karena pada dasarnya manusia terus berkembang.. Melalui bahasa cinta, barangkali Valentine sebagai geliat budaya untuk membuka ajang perdamaian melalui ungkapan Kasih Sayang. Sebab bagaimanapun juga Valentine dalam perkembangannya dapat dijuluki sebagai Saint of Lovers.
Valentine’s Day, eksistensinya makin meluas. Bukan hanya melanda pada jiwa dan kebutuhan kawula muda, tetapi sudah merasuk pada sisi kehidupan secara massal. Terbukti, nilai kasih sayang itu tidak hanya tercipta dan untuk memperingati hari-hari istimewa saja. Melainkan, kasih sayang menjadi suatu dinamika dari kehidupan manusia yang sejak dulu hingga sekarang terus berkembang.
(Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan budaya).
Sumber : sinarharapan.co.id/
Arti Di Balik Gambar Coretan / Sketsa Corat-Coret Tanda Ekspresi Jiwa Anda
Kamis, Januari 29, 2009Tanpa sadar, kita suka iseng membuat corat-coret diatas kertas yang membentuk sebuah gambar. Ternyata hal tersebut dapat menggambarkan kepribadian dan perasaan kita yang tersembunyi. Ingin tahu lebih lanjut arti makna dan pengertian dari coretan yang anda buat? Hasilnya adalah seperti sebagai berikut di bawah ini :
- Binatang = Mencerminkan bagaimana memandang diri sendiri. Jika menggambar hewan peliharaan berarti memiliki pribadi yang ramah. Hewan kecil mengindikasikan perasaan takut yang tersembunyi. Sedangkan hewan liar mencerminkan agresivitas.
- Tanda panah = Tanda panah ke kiri berarti sedang mengenang masa lalu. Tanda panah ke kanan berarti siap untuk menyongsong masa depan. Tanda panah ke suatu objek berarti marah atau penasaran dengan objek tersebut.
- Burung = Memiliki daya imajinasi yang tinggi, penuh petimbangan, cinta kasih, dan menyukai kebebasan.
- Kotak-kotak dan bentuk geometris = Pribadi yang terorganisir dan problem solver yang baik.
- Lingkaran = Flesksibel, mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri. Memiliki iman yang kuat sehingga memiliki jiwa optimis dan pantang menyerah.
- Bunga = Riang, ceria, bahagia menjadi diri sendiri, menikmati hidup, dan sedang mencari cinta.
- Simbol mata uang = Sedang banyak uang atau sama sekali tidak punya uang dan berharap bisa punya uang banyak.
- Mata = Mencerminkan cara memandang dunia. Mata kecil mencerminkan perenungan dan mata yang besar menunjukkan kecurigaan dan perasaan yang sangat sensitif
- Anting = Suka membesar-besarkan segala sesuatu.
- Wajah dengan warna redup = Sikap waspada.
- Wajah dengan warna gelap = Karakter dominan namun labil.
- Jerapah = Ingin mengetahui seberapa besar daya tarik terhadap lawan jenis, semakin panjang leher jerapah yang digambar, semakin dalam pesona dalam diri yang ingin digali.
- Happy face = Perilaku yang ditampilkan tidak sejalan dengan hati nurani. Namun pribadi ini senang menebar keceriaan disekitarnya dan senang bertemu dengan banyak orang juga bersahabat dengan siapapun.
- Jantung hati = Penuh cinta, welas asih, dan pengertian.
- Inisial = Ingin tahu lebih banyak tentang pemilik inisial dimaksud.
- Bentuk yang saling bertautan = Mencerminkan pemikiran yang logis dan senang berbagi segala hal dengan orang-orang di sekeliling
- Garis bergerigi = Sedang merasa terhimpit dan marah. Apabila garis tersebut melingkari suatu objek mencerminkan rasa balas dendam. Namun jika garis tersebut melingkar tapat diatas suatu objek berarti sedang marah terhadap sesuatu
- Ciuman = Mendambakan cinta
- Pisau = Sisi agresif yang tersembunyi
- Benang kusut = Lingkaran kusut yang besar melambangkan keinginan akan gaya hidup bebas yang menggelnding begitu saja. Lingkaran kusut yang kecil melambangkan perasaan marah yang terpendam
- Bibir = Bibir tipis menunjukkan kekhawatiran dan bibir terbuka mencerminkan perhatian dan rasa cinta kasih
- Kumis = Apabila suka menambahkan kumis, kacamata, atau tanduk pada foto/gambar orang, berarti sedang menginginkan untuk dapat hidup mandiri
- Uang = Keinginan untuk meraih sukses, kekuatan, dan jabatan lebih dari yang dimiliki saat ini
- Nama = Menulis nama seseorang berulang kali menandakan rasa penasaran dan perhatian terhadap si pemilik nama. Sedangkan coretan nama sendiri disertai desain khusus disekitarnya melambangkan pencarian jati diri
- Gurita = Simbol dari kelahiran kembali. Sama maknanya seperti laba dan naga. Bisa juga sedang merasa jenuh dan tidak menarik
- Batu dan kerikil = Pribadi yang rendah hati dan memiliki pikiran bahwa hidup penuh dengan tantangan dan cobaaan yang harus dihadapi.
- Pasangan = Kekhawatiran akan perpisahan. Dapat juga mencerminkan cara pandang yang seimbang antara segi positif dan negatif
- Tanda tanya = Keraguan yang selalu menyelimuti pikiran
- Hujan = Depresi yang cukup dalam
- Pelangi = Usaha untuk mencerminkan rasa stres dan kesedihan yang selama ini terpendam
- Bintang = Sosok yang optimis, tangguh, dan tidak mudah larut dalam kekecewaan karena memiliki sifat ambisius dan yakin terhadap cita-cita
- Sosok tegak = Haus perhatian
- Matahari = Sedang senang dan bahagia
- Garis-garis = Pesimis dengan ide-ide baru dan memerlukan motivasi dari orang-orang terdekat
- Segitiga = Pandai mengatur segala sesuatu dengan baik
- Wajah cemberut = Menunjukkan mood yang sedang tidak bagus dan rasa tidak suka terhadap orang lain
- Unicorn = Mengekspresikan harapan dan perasaan yang murni
- Vampir = Suka mengambil keuntungan dari orang lain
- Gunung = Amarah yang meledak-ledak
- Aliran air = Aliran air yang tenang melambangkan suasana hati yang damai. Laut yang penuh ombak bergulung menandakan kekhawatiran akan bencana
- Rumah kecil dikelilingi pagar = Keinginan akan kasih sayang, kehangatan, dan kenyamanan dari sebuah rumah
- Huruf X dan O = Pribadi yang kompetitif dan serius dalam menghadapi hidup
- Huruf Y = Tidak yakin dalam mengambil keputusan
- Angka 0 = Lambang dari segala sesuatu yang bersifat kontradiktif. Bisa juga mencerminkan perasaan terpuruk
- Huruf Z = Tipe pekerja keras. Namun apabila huruf Z-nya banyak berarti sedang ingin cepat-cepat tidur
Tips Cara Melatih kesabaran Kita Menghadapi Berbagai Situasi, Kondisi Dan Toleransi
Kamis, Januari 29, 2009Setiap orang pasti ingin memiliki kesabaran tingkat tinggi. tetapi bagaimana caranya agar kita bisa bersabar ketika sedang menunggu teman yang sudah membuat janji dengan kita tetapi teman yang kita tunggu tidak datang-datang?
Nah, untuk menumbuhkan kesabaran yang kita miliki ada beberapa kiat, antara lain :
Pertama
Berpikir positif terhadap hal-hal yang menimpa kita. anggaplah itu adalah ujian bagi kiat dan kita akan lulus ujian.
Kedua
Perbanyak membaca ilmu pengetahuian. Hal ini dilakukan aagr kita bisa memahami lebih banyak tentang kekurangan yang kita miliki, sehingga kita akan semakin merasa betapa banyaknya ilmu pengatahuan yang belum kita miliki.
Ketiga
Berkumpullah dengan orang-orang yang banyak ilmunya.
Keempat
Berlatih memasukkan benang ke lubang jarum, dan yang dipilih adalah jarum yang ukuran paling kecil.
Kelima
Maafkan selalu kekurangan orang lain yang mungkin membuat Anda marah. yakinkan diri bahwa setiap manusia pasti memilki kekurangan masing-masing.
selamat mencoba.
Sumber : organisasi.org
Nah, untuk menumbuhkan kesabaran yang kita miliki ada beberapa kiat, antara lain :
Pertama
Berpikir positif terhadap hal-hal yang menimpa kita. anggaplah itu adalah ujian bagi kiat dan kita akan lulus ujian.
Kedua
Perbanyak membaca ilmu pengetahuian. Hal ini dilakukan aagr kita bisa memahami lebih banyak tentang kekurangan yang kita miliki, sehingga kita akan semakin merasa betapa banyaknya ilmu pengatahuan yang belum kita miliki.
Ketiga
Berkumpullah dengan orang-orang yang banyak ilmunya.
Keempat
Berlatih memasukkan benang ke lubang jarum, dan yang dipilih adalah jarum yang ukuran paling kecil.
Kelima
Maafkan selalu kekurangan orang lain yang mungkin membuat Anda marah. yakinkan diri bahwa setiap manusia pasti memilki kekurangan masing-masing.
selamat mencoba.
Sumber : organisasi.org
10 Tips Membina Persahabatan
Kamis, Januari 29, 2009- Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan, karena jika demikian, kamu bukanlah sahabat sejati. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai.
- Dukunglah sahabatmu. Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan ‘mendorong’supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Ia turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil mencapai apa yang diinginkannya dan tidak merasa tersaingi.
- Bersedia untuk memaafkan Jangan biarkan ‘luka’ berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada. Maafkan kesalahan yang diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubungan.
- Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.
- Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.
- Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama . Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, sahabat kita itu bukan monopoli kita sendiri karena ia juga mempunyai teman lain selain kita. Untuk itu jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.
- Selalu ada disaat senang maupun susah Bergembiralah bersama mereka saat mereka sedang bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja. Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, berikan mereka perhatian. Yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adal ah sepasang telinga yang simpatik dan yang mau me mahami perasaan mereka.
- Menerima apa adanya sahabatmu Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.
- Jangan jadi ‘Ember’ (mulut bocor). Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.
- Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu. Misalkan kamu sedang berdiskusi dengan sahabatmu dan waktu kamu mengemukakan pendapat yang menurut kamu benar ternyata ia tidak setuju. Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.
sumber : motivasi.net